Friday, January 4, 2008

Mengisi Seminar Pembentukan Karakter Lulusan Fakultas Psikologi


Pada tanggal 12 Desember 2007 yang lalu bertempat di Aula UHAMKA Jln. Limau II Jakarta Selatan diadakan panel seminar pembentukan Karakter Lulusan Fakultas Psikologi UHAMKA. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka meminta saya untuk berbagi pengalaman dalam pembentukan karakter karyawan di PT. Asuransi Takaful Keluarga. Kegiatan tersebut merupakan panel seminar setengah hari.
Pembicara lainnya yang hadir dalam seminar ini adalah : Dra. Ratna Djuwita Dipl. Psych. Psi Manager SDM Fakultas Psikologi UI dan Andang Lukitomo Psi. Manager HR & Administration PT. Argha Karya Prima Industry. Sementara Keynote speaker pada panel seminar ini adalah Bpk. Prof. Dr. Malik Fajar.

Menurut informasi yang saya peroleh dari panitia, acara ini merupakan acara rutin tahunan bagi ke enam Fakultas Psikologi yang ada di UHAMKA di seluruh Indonesia.
Seminar ini akan menjadi input bagi panitia dalam rangka merumuskan kurikulum bagi pembentukan karakter lulusan Fakultas Psikologi UHAMKA.

Pada kesempatan seminar ini, saya memaparkan langkah-langkah stretegis yang telah dilakukan oleh PT. Asuransi Takaful Keluarga dalam rangka membentuk karakter karyawannya.
Langkah stategis yang telah dilakukan merupakan 3 langkah kepemimpinan untuk membentuk karyawan PT. Asuransi Takaful Keluarga menjadi Insan Takaful.
Ke-tiga langkah tsb mencakup kegiatan Recruitment, Pembinaan dan Pengembangan.
Insan Takaful sebagaimana telah dirumuskan dan ditetapkan oleh DPS (Dewan Pengawas syariah) dalam satu bentuk Surat Keputusan adalah insan yang memiliki cirri khas dalam segi : AKHLAK, SKILL ALQURAN, PELAKSANAAN SHALAT dan KEGIATAN MUAMALAH,
Lebih lengkap tentang kepribadian Insan Takaful bisa dilihat di
http://www.takaful.com.


Wednesday, September 19, 2007

Seminar Setengah Hari Pengelolaan Keuangan Secara Islami



Koperasi Karyawan Group Takaful Indonesia bekerja sama dengan DIPA Consulting berencana untuk mengadakan seminar setengah hari tentang pengelolaan keuangan secara islami. Seminar insya Allah akan dilaksanakan di Hotel Sofyan Betawi Tebet pada Hari Jumat 28 September 2007 mulai dari jam 13.00 ssampai dengan buka puasa bersama. Insya Allah saya diminta untuk menjadi salah satu pembicara pada seminar tersebut. Saya akan tandem dengan President Director PT. Asuransi Takaful Keluarga Ir. Agus Edi Sumanto MSi, ASAI, AAIJ, RFA.

Pada acara tersbut saya akan mengisi materi tentang bagaimana mengelola atau memanajemeni pendapatan (income) secara islami sementara Pak Agus Edi Sumanto tentang bagaimana mnegelola pengeluaran secara islami.

Peserta seminar setengah hari ini akan mendapatkan value berupa : Manfaat Takaful sebesar Rp 25. 000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) dari produk Ukhuwah Asuransi Takaful Keluarga, Sebuah buku "Cara Mudah Menjadi Karyawan Multi Income serta bagi peserta yang berminat akan secara otomatis menjadi agen pemasaran produk Ukhuwah dari PT. Asuransi Takaful Keluarga. Disamping itu peserta akan mendapatkan ta'jil atau snack buka puasa, setelah shalat magrib berjamaah, acara akan diakhiri dengan makan malam bersama. Jadi dengan mengikuti seminar setengah hari ini, diharapakan peserta akan langsung mempraktekan bagaimana dia memiliki multi income, Insya Allah.


Friday, September 14, 2007

Workshop Seven Tools Bagi Pengawas Industri


Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian beberapa waktu yang lalu meminta saya untuk mengisi workshop tentang QC Seven Tools. Workshop ini diberikan kepada karyawan Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika yang nantinya bertugas sebagai tenaga pengawas industri di lingkungan direktorat tersebut.
Meraka akan bertugas sebagai pengawas standarisasi nasional.

Seven tools adalah tujuh alat perbaikan mutu yang digunakan pada kegiatan siklus quality control. Tujuh alat perbaikan mutu tersebut adalah Fishbone Diagram, Pareto Diagram, Histogram, Scatter Diagram, Run Chart, Startifikasi dan Control Chart,

Kegiatan dilaksanakan di Hotel Green Garden Cisarua.
Pada akhir sesi saya memberikan simulasi penggunaan software minitab untuk menyelesaikan persoalan QC Seven tools.

Thursday, September 13, 2007

Training Gemba Kaizen Urat Nadi TQM (Total Quality Management) untuk Karyawan Group Darya Varia


Beberapa minggu yang lalu saya diminta oleh salah seorang sahabat saya Andreas P. untuk mengisi materi Gemba Kaizen bagi karyawan yang bekerja di Group Darya Varia.
Group Perusahaan Darya Varia adalah perusahaan terbuka dan sudah listing di BEJ. Saham mayoritas group perusahaan ini dimiliki oleh perusahaan Filiphina.
Pak Andre begitu biasa saya memanggilnya adalah teman satu angkatan ketika mengikuti workshop Life Long Human Resources Development and IT application in Business pada tahun 2001. Workshop diadakan di tiga kota besar di Jepang yaitu Tokyo, Kyoto dan Chiba. Wuih….kalo mengingat saat mengikuti workshop tsb, rasanya pengen kembali kesana, maklum selama berada di Jepang kita selalu dimanjakan oleh segala infrastruktur kota. Mulai dari kedisiplinan warga hingga fasilitas serba elektronik yang ada disana. Bayangkan saja unuk mengelola sebuah stasiun yang besar (barangkali kalo di Jakarta seluas stasiun Gambir) hanya diperlukan beberapa orang pengelola saja, maklum segala hal dilakukan dengan mesin. Saya dan Pak Andre adalah utusan dari Apindo dan NICC.

Pak Andre adalah salah seorang manager di Group Darya Varia. Menurutnya Group Darya Varia telah dua tahun menjalankan QCC (Quality Qontrol Circle) untuk itu beliau membutuhkan pencerahan yang lebih tentang Gemba Kaizen untuk para karyawannya.

Materi yang saya bawakan berjudul Gemba Kaizen Urat Nadi TQM (Total Quality Management). Lokasi pelatihan sendiri berlokasi di SLDC Sentul Leadership Development Center
Saya membagi sesi training sbb:

Sesi 1
Filosofi Gemba Kaizen
"Little Crazy Thinking" rohnya Kaizen.
Memulai "Little Crazy Thinking"

Sesi 2
Head to Head Kaizen vs Inovasi
Eksplorasi Sumber-Sumber Gemba Kaizen.

Sesi 3
Simulasi Group Discussion dan Presentasi Group

Sesi 4
Simulasi Minitab

Pada sesi pertama saya mengajak kepada para peserta untuk berpikir yang tidak biasa, out of box bahkan sedikit gila. Sedikit gila dalam arti berfikir tentang perbaikan yang belum pernah terfikirkan oleh orang lain. Berfikir tentang sesuatu yang mungkin bagi orang lain adalah tidak mungkin bahkan hanya orang gila saja yang mau memikirkannya.
Pada sesi kedua saya memaparkan tentang komparasi untuung rugi pelaksanaan kaizen dan inovasi.
Sesi ketiga berisi simulasi penerapan TOC (Theory of Constraint) dipadukan dengan kaizen. Sementara pada sesi terakhir saya melakukan simulasi penggunaan software minitab untuk menyelasikan seven tools yang biasa digunakan pada QCC (Quality Control Circle). Ketujuh tools tsb adalah fishbone diagram, pareto, histogram, scatter diagram, run chart, startifikasi dan check sheet.

Alhamdulillah sekitar 60 orang peserta dari Group Darya Varia masing masing dari PT. Darya Varia, PT. Prafa dan PT. Medifarma sangat antusias dengan training tsb.
Seperti biasa setelah pelatihan saya memberikan hadiah pada tiga orang peserta sebagai oleh-oleh, kebetulan ketiga orang tsb mewakili tiga perusahaan yang berbeda.

Rihlah ke Kuningan Jawa Barat



Rasa rindu yang mendalam kepada AA Fatih sudah begitu memuncak di hati ini. Apa yang dirasakan di hati, demikian pula yang dirasakan oleh ibu juga AA Anggi maupun ade Aji.
“Kapan sih! Pak, bisa ketemu sama AA Fatih?”.
”AA Fatih sekarang lagi ngapapin ya, Pak?”.
”AA Fatih udah makan belum ya, Pak?”
Pertanyaan-pertanyaan tersebut selalu dimunculkan oleh AA Anggi maupun Ade Aji hampir di setiap waktu.

Akhirnya, kita menyepakati liburan HUT RI ke 62 Tanggal 17 Agustus 2007 adalah saat yang tepat untuk berkumpul dengan AA Fatih di Kuningan.
Yah!, tidak terasa pada tanggal itulah, tepat satu bulan AA Fatih menuntut ilmu di Pondok Pesantren Al Multazam Desa Manis Kidul Kuningan.
Kamis malam tanggal 16 Agustus 2007 kami semua berkemas, seluruh perlengkapan yang akan dibawa menuju Kuningan sudah kami masukan ke Bagasi Mobil.
Ya Allah jadikan perjalanan besok ke Kuningan sebagai rihlah keluarga yang dipenuhi keberkahan dan memberikan banyak hikmah kepada kami sekeluarga.
Ya Alah berilah perlindungan dan keselamatan dalam perjalanan kami menuju Kuningan hingga kami kembali ke Depok, begitu doa yang selalu kita panjatkan menjelang keberangkatan.

Menjelang jam 04.00 pagi, Toyota DX tahun 1981 berwarna silverpun kami siapkan.
Bismillaahirrohmaanirrohiim, Allahumma Majreha Wa Mursaha, Wa La Haula Wa La Quwwata Illa Billah. Doa itu pun kami panjatkan bersama. Waktu menunjukan jam 4.00 pas, kendaraan yang kami bawa meluncur sepanjang Jalan Margonda Depok. Sepi, sunyi, tenang, begitu suasana sepanjang perjalanan. Ketika kumandang Azan Subuh bergema, kami sudah berada di jalan tol cikampek.
”Kita shalat subuhnya di Cikampek aja ya.....?”, sayapun membuka percakapan di kesunyian malam.
”Iyalah, cari masjid di luar tol saja biar aman?” Ibu menimpali.
AA Anggi dan Ade Aji tidak menyahut. Tumben biasanya mereka paling agresif dalam berpendapat. Ketika saya lirik ke belakang ternyata mereka sedang melanjutan tidur malamnya.

Jam 05.30 kami keluar dari jalan tol Cikampek. Sekitar 750 meter dari pintu tol, kami mendapati sebuah masjid. DX pun saya parkirkan di pelataran masjid. Shalat subuh berjamaah kami laksanakan bersama. Seperti biasa saya menjadi imam, AA Anggi bertugas membaca iqomat dan selanjutnya AA Anggi pula yang membaca doa setelah shalat. Kembali doa perjalanan kami panjatkan bersama.

Selesai shalat, Ade Aji langsung berkomentar,
”Pak lapar nih!”.
”Oh ya, kita sarapan di sekitar sini aja ya”, timpal saya.
”Nah tuh ada warung, udah buka kali Pak”, sahut AA Anggi.

Kamipun menuju warung di sebelah masjid untuk sarapan bersama. Tempe, tahu dan ayam goreng panas ditemani teh manis menjadi menu utama pagi itu, Alhamdulillah badan terasa lebih segar sekarang.
Tepat jam 06. kami melanjutkan perjalanan, tidak ada kendala dalam perjalanan, demikian pula dengan Toyoda DX yang saya kemudikan. Dan sekitar jam 08.00 kami tiba di Bunderan Kijang Indramayu. Di rumah inilah ibunda tercinta tinggal menetap bersama kakak dan keluarganya.

”Loh ??, dari Depok jam berapa?, koq jam segini sudah sampai disini?’, tanya ibunda terkaget-kaget.
”Sebelum subuh Mi, biar bisa shalat jumat di Kuningan ”, jawab saya.
Kami semua mencium tangan ibunda tercinta. Saya melihat wajah ibunda tampak berseri. Alhamdulillah kondisi ibunda sehat-sehat aja. Beberapa hari ke belakang memang kandungan gula maupun kolesterol ibunda sedikit beranjak naik.
Kamipun beristirahat sebentar di Bunderan Kijang. Tepat pukul 8.30 perjalanan dilanjutkan menuju Karangampel, tempat dimana Ibu dan Ayah mertua saya tinggal. Lokasinya sendiri memang sedikit lebih jauh dari Karangampel tepatnya di Desa Bencirong. Duapuluh menit, waktu yang kami butuhkan untuk menempuh perjalanan dari Bunderan Kijang menuju Bencirong.
Sesampainya di Bencirong, kamipun disambut ayah dan ibu mertua.
Sama seperti ibunda di Bunderan, ayah dan ibu mertuapun terkaget-kaget mel;ihat kehadiran kami di Bencirong sepagi itu.

Tidak lama kami singgah di Bencirong. Pas jam 9.30 Wib perjalanan dilanjutkan menuju Kuningan. Alahmdulillah tidak ada hambatan yang berarti selama perjalananan dan Alhamdulillah pula kondisi Toyota DX meskipun telah berumur Dua Puluh Enam tahun namun masih bisa diajak untuk berlari di atas 100 Km/jam. Subhannallah.
Sesuai perkiraan awal, kami memasuki lokasi Pondok Pesantren Almultazam sekitar jam sebelas. Saat itu dari arah masjid sudah berkumandang ayat-ayat suci Alquran. Teduh dan tenang terasa di hati ini.

”Assalamu alaikum?” kami berteriak hampir bersamaan di depan pintu kamar asrama AA Fatih.
”Wa alaikum salam, akh Bapak. Alhamdulillah!!!!”, AA berteriak dan berlari dari atas ranjang tempat tidur.
”Wah, AA sekarang terlihat lebih gemuk nih”, sahut ibu.
”Gimana A, enak-an tinggal di Pondok?”, tanya saya.
“Alhamdulillah Pak”, jawab AA Fatih.
Segala macam perbincangan mengalir begitu saja hingga tak terasa waktu sudah menunjukan jam 11.30, saatnya untuk shalat Jumat.


Bertemu Ustadz yang Meminta Nasehat dari Saya Untuknya.
Baru beberapa langkah menuju tempat wudlu di masjid, saya telah disambut dengan senyum bersahabat dari salah seorang ustadz.
“Assalamu alaikum, Akhi terima kasih banyak ya, atas hadiah bukunya. Habis selesai ana baca buku antum, Ana langsung praktekin teorinya. Di luar kegiatan ngajar pesantren, ana sekarang lagi membuka usaha penerbitan iklan. Coverege nya Wilayah III Cirebon?”, begitu kalimat yang meluncur dari mulut salah seorang ustadz yang mengajar di Almultazam”. Akh....................Ustadz Roy rupanya. Beliau adalah staff pengajar di SMPIT Almultazam. Beliau pernah tinggal di Depok selama beberapa tahun. Beberapa waktu yang lalu memang saya pernah menghadiahkan beliau, sebuah buku tulisan saya berjudul CARA MUDAH MENJADI KARYAWAN MULTI INCOME.
”Akhi............ selepas shalat nanti ana mau minta nasehat sama antum, boleh khan?, sekarang kita shalat dulu yuk!”. Belum sempet saya menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan, Ustadz Roy sudah menggandeng saya ke dalam masjid.
Ya Allah begitu sejuknya hati ini manakala memasuki rumahMU.

Selepas shalat jumat, Ustadz Roy mampir ke kamar asrama AA Fatih, kami sedang berkumpul bercanda saat itu.
”Assalamu alaikum”, Ustadz Roy membuka percakapan.
”Wa alaikum salam”, sahut kami bersamaan.
”Pak Firdaus, ana mau bicara sebentar boleh khan?”.
“Wah...Pak Ustadz bisa aja”.
“Begini pak, setelah membaca buku yang Pak Firdaus tulis, sekarang saya sudah langsung memisahkan ZIS sebesar 2,5 %, lalu saya juga sudah mulai membuka usaha penerbitan iklan. Saya mau minta nasehat lagi dari Pak Firdaus apa yang harus saya lakukan lagi biar penghasilan yang saya peroleh mendapat keberkahan?”.
“Waduh Pak Ustadz masa saya yang harus ngasih nasehat sama Pak Ustadz sih..”
“Loh...bukannya sesama muslim harus saling menasehati?” Ustazd Roy menimpali.
”Gini Pak Ustazd, saya punya rumus mengalokasikan pengeluaran dengan proporsi 10-20-30-40, artinya penghasilan yang kita dapat sebaiknya 10 % dialokasikan untuk membayar ZIS, 20 % untuk berinvestasi, 30 % untuk simpanan atau proteksi thd hal-hal tak terduga dan 40 % untuk belanja rutin. Pengalokasian pengeluaran ini harus dilakukan setelah kita membayar hutang. Artinya hutang harus dibayar terlebih dahulu baru proporsi di atas dilakukan. Bila setelah membayar hutang ternyata sisa penghasilan tidak mencukupi untuk proporsi di atas maka belanja rutin yang harus dikurangkan sementara pengeluaran lainnya yaitu ZIS, investasi dan simpanan proteksi harus tetap dilakukan”.
“Gimana menjaga aktifitas karyawan multi income agar tidak merugikan bagi perusahaan tempat kita bekerja?”.
“Dalam pandangan karyawan multi income yang saya tawarkan, ujung dari penghasilan yang kita dapatkan hendaknya tidak hanya menuju kepada berapa nominal uang yang kita dapatkan tetapi selalu mengacu kepada keberkahan. Indikator keberkahan sendiri mengacu pada empat hal yaitu, indikator dari sisi finansial berupa bertambahnya asset finansial, bertambahnya network kita yang ditunjukan dengan banyaknya teman atau kenalan, bertambahnya pengetahuan dan kemampuan serta yang ke-empat adalah bertambahnya proses perbaikan pada diri kita seperti bertambah sabar, lebih dapat menjaga emosi dsbnya.”.
“Alhamdulillah, terima kasih Pak Firdaus atas pencerahannya, saya mau permisi dulu mau ada yang dikerjakan”, sahut Ustadz Roy.
“Sama-sama Pak Ustadz”, jawab saya.
Berenang di Cibulan, Banyak Ikan Dewa.
”Aa, ayo kita berenang ke Cibulan”,ajak saya kepada AA Fatih.
”Hore....................”sahut AA Anggi
Sore itu juga kami berlima menuju lokasi wisata Cibulan, kebetulan tempatnya tepat di belakang pondok pesantren Al Multazam. Hanya butuh jalan kaki 5 menit untuk bisa menuju Cibulan.
Wuih......meskipun sudah beberapa kali kami mengunjungi Cibulan namun ada saja sesutu yang baru manakala kami berlima berlibur ke tempat ini.
Di dalam kolam pemandian Cibulan banyak sekali ikan yang sangat jinak. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan ikan dewa. Entah mengapa ikan tersebut dinamai ikan dewa. Ukuran ikan terbilang sangat besar, bahkan ada dari beberapa ikan yang seukuran dengan bayi yang baru lahir.
Menjelang jam 5 sore kami pulang ke asrama AA Fatih. Alhamdulillah hari ini kami semua merasa berbahagia, tidak tampak rasa penat dan lelah pada kami semua. Perjalanan jauh dari Depok – Indramayu – Cirebon hingga Kuningan terbalas sudah dengan rasa bahagia dan suka cita.

Hari Sabtu (18 Agustus 2007)
Mengunjungi beberapa kawasan wisata di sekitar Kuningan adalah agenda kami di Hari Sabtu 18 Agustis 2007, untuk itu setelah menyelasaikan sarapan pagi. Corolla DX kami arahkan ke tengah kota Kuningan. Tujuan utama adalah mencari sepatu bola untuk AA Fatih.
”Pak sepatunya sekalian yang bermerek aja biar awetan dikit”, kata Ibu memulai pembicaraan. Saat itu kami sudah tiba di sekitar pasar kota Kuningan. Lokasi pasar berdekatan dengan masjid Agung.
”Ya.....tapi jangan terlalu jauh melebihi anggaran yang sudah kita buat”, jawab saya.
”Emang Bapak ngasih anggaran berapa buat sepatu AA?, tanya AA Fatih.
”Sekitar seratus lah”, jawab saya.

Setelah mendapatkan lokasi parkir yang aman, kami menyusuri jalanan. Sesekali bertanya kepada orang untuk mencari lokasi toko sepatu olah raga, akhirnya kami menemukan sebuah toko khusus olah raga.
”AA suka yang mana ?”, tanya saya kepada A Fatih.
” Yah...................yang penting kuat lah”, kata AA Fatih.
Setengah jam kami berada di toko sepatu tersebut, akhirnya AA Fatih mendapatkan sepatu sesuai seleranya. Alhamdulillah semoga sepatu tsb bermanfaat buat AA Fatih.

Selepas itu, kami mengarahkan Corola DX menuju Sangkan Urip. Menurut cerita orang di kawasan wisata Sangkan Urip terdapat pemandian air hangat. Kami penasaran ingin mandi dan berenang di lokasi tsb.
Sayang, beberapa kali kami bolak balik ke lokasi yang dituju kami tidak menukan lokasi wisata tsb. Sepanjang jalan terlihat beberapa hotel berbintang. Beberapa orang yang kami tanya tentang lokasi wisata tidak dapat menunjukan dengan pasti dimana lokasi pemandian Sangkan Urip. Saya yakin orang yang kami tanyain tsb memang benar-benar tidak tahu dengan lokasi yang kami tuju.

Akhirnya tujuan wisata kami arahkan ke Curug Sidomba. Saya dan AA Fatih sudah pernah ke lokasi ini. Cerita pengalaman saya dan A Fatih tentang Curug Sidomba membuat Ibu dan AA Anggi berharap banyak untuk secepatnya datang ke lokasi tersebut.
Curug Sidomba adalah wisata air terjun. Disana kita akan melihat pemandangan yang indah dari sebuah air terjun. Untuk menuju lokasi, kita harus menuruni tangga yang sangat panjang, oleh karenanya ketika turun menuju lokasi air terjun, rasanya kita asik-asik saja namun ketika kembali naik ke atas, kaki rasanya sangat berat membawa badan ini. Oh ya di sekitar air terjun banyak terdapat ikan emas, dari yang berukuran kecil hingga sebesar paha orang dewasa.

Di sekitar area parkir terdapat sebuah masjid besar. Masjid ini memiliki menara yang sangat tinggi. Perkiraan saya, ketinggian menara tsb mendekati 50 hingga 70 meter. Setiap pengunjung boleh menaiki menara ini, dan dari atas menara kita dapat melihat pemadangan 360 derajat.
Kami menyempatkan diri untuk shalat berjamaah. Karena kami musafir kami memutuskan untuk melaksanakan shalat Dhuhur dan Ashar dengan men-Jama.
Di Curug Sidomba ada area perkemahan / camping, luas dan memiliki countur yang sangat indah. Di sekitar lokasi ini pula, terdapat beberapa hewan piaraan yang dikandangkan diantaranya, domba, ayam hutan, sejenis orang utan dan beberapa unggas lainnya.

Rasa capek dan penat segera sirna ketika kami berlima menikmati pemandangan Curug sidomba sambil duduk-duduk santai di taman yang terdapat di lokasi ini. Ayunan besar yang cukup untuk sepuluh orang dewasa ataupun area bermain untuk anak-anak, tersedia di lokasi wisata ini.
Alhamdulillah, Allah telah mengabulkan doa kami pada saat memulai perjalan ke Kuningan ini. Kami benar-benar menikmati nikmatnya rihlah bersama keluaarga.

Hari Ahad 19 Agustus 2007 kami pulang menuju Depok. Ada sedikit rasa kekecewaan pada raut muka A Fatih. Yah..............kami dapat merasakan hal tersebut. Tiga hari dua malam sepertinya kurang bagi kami untuk bertemu.
Ya Allah berikanlah perlindungan dan kekuatan kepada AA Fatih dalam menuntut ilmu di Pondok Pesantren AlMultazam.
AA kuatkanlah tekadmu, rajin-rajinlah belajar, disiplinkan diri sendiri dan jangan lupa untuk berdoa, kami di Depok selalu mendoakanmu.
Tundalah kesengan saat ini untuk mendapatkan kebahagian di hari esok.

Monday, July 9, 2007

Talk Show Karyawan Multi Income di Radio Music City 107.5 FM


Alhamdulillah pada tanggal 4 Juli 2007 jam 17.00 – 18.00 WIB yang lalu, telah diadakan talk show tentang Karyawan Multi Income.
Talk Show diadakan di Radio Music City 107.5 FM.yang beralamat di Jln. Pangeran Antasari No 22 Cipete Jakarta Selatan.Talk show diadakan untuk mengisi acara ’Business Hours’.
Saya diundang sebagai nara sumber tamu oleh Ibu Mike R. Sutikno seorang Financial Planner yang biasa mengisi acara tersebut.
Senang juga rasanya bisa mengisi pada salah satu acara di sebuah radio yang termasuk salah satu favorite buat saya.

Beberapa menit hadir di ruangan siar, hati sedikit deg-degan. Maklum, ini adalah kali pertama saya on air di radio. Setelah sedikit beradaptasi Alhamdulillah suasana menjadi cair, apalagi penyiar yang memandu acara tersebut sangat friendly sekali.

Talk show diawali dengan cerita saya yang melatarbelakangi penulisan buku Cara Mudah Menjadi Karyawan Multi Income. Selanjutnya bergulirlah pertanyaan dari beberapa pendengar.
”Pak Firdaus, bagaimana trik dalam melaksanakan multi Income”, tanya salah seorang pendengar.
”Trik pertama Bapak harus menganalisa SWOT Bapak, Bapak harus tahu apa kekuatan atau kompetensi yang Bapak miliki, selanjutnya Bapak lihat lingkungan Bapak untuk menyelaraskan antara kompetensi yang Bapak miliki dengan apa yang dibutuhkan oleh lingkungan Bapak. Setelah yakin dengan kedua hal tsb, Bapak bisa memulai aktifitas multi income dengan cara ’sembunyi-sembunyi’ jangan sok pamer, jangan ada perasaan ephoria”.

”Bagaimana mengatasi atasan yang tidak menyetujui aktifitas multi income?”, tanya salah seorang pendengar.
”Jangan hadapi dia secara frontal, justru sebaliknya ajaklah dia berdiskusi dengan aktifitas multi income, jadikan dia partner”.

Salah seorang pendengar menanyakan, ”Kapan saya harus memulai Multi Income?”. Saya jawab ”Ya harus sekarang juga!”. Saya mohon maaf kepada pendengar tsb apabila jawaban saya tersebut kurang lengkap, seharusnya saya menjawab yang lebih rinci sbb:

Dalam pengelolaan keuangan, saya mensosialisasikan teori 10-20-30-40 dalam arti Income yang kita peroleh harus dialokasikan sebesar 10 % untuk Zakat Infaq Shadaqoh, 20 % untuk investasi, 30 % untuk proteksi (asuransi dll) dan 40 % untuk belanja (spending). Ingat proporsi tsb dilakukan setelah Income yang kita peroleh dikurangi hutang yang kita miliki.
Kalo pake rumus matematika

Net Income = Income – Hutang (Net Income adalah Penghasilan dikurangi Hutang).

Alokasi pembelanjaan Net Income adalah 10 % untuk Zakat Infaq Shadaqoh, 20 % untuk investasi, 30 % untuk proteksi (asuransi dll) dan 40 % untuk belanja.
Apabila Net Income yang diperoleh tidak bisa mencukupi kebutuhan maka penggunaan untuk belanja (spending) harus dikurangi, artinya alokasi untuk Zakat Infaq Shadaqoh, Investati dan Proteksi tidak boleh dikurangi.

Bila penggunaan untuk belanja (spending) tidak bisa dikurangi maka saat itulah anda HARUS MENJADI KARYAWAN MULTI INCOME. Bila tidak? saya bisa membayangkan beban hidup yang anda tanggung saat ini.........

Tidak terasa satu jam di dalam ruangan siar ternyata sangat begitu singkat. Akhirnya acara ditutup oleh kesimpulan yang diberikan oleh bu Mike R sutikno.
Alhamdulillah satu lagi kegiatan sharing knowmedge telah saya lakukan, semoga Allah mencatat kegiatan tsb sebagai amal ibadah saya. Amin


Tuesday, July 3, 2007

Acara Talk Show di Music City Radio


Kemarin, salah seorang teman yaitu Ibu Mike R Sutikno seorang Islamic Financial Planner menghubungi saya. Beliau mengajak saya untuk mengisi acara Talk Show di Music City Radio 107,5 FM. Sebenarnya acara ini merupakan acara rutin beliau di radio tsb. Bu Mike adalah seorang penulis tetap di beberapa majalah diantaranya Majalah Proteksi. Beliau mengasuh rubrik manajemen keuangan keluarga.
Wah seneng juga saya mendapat penawaran dari Bu Mike, sayapun langsung menyanggupinya.

Insya Allah besok Hari Rabu Tanggal 4 Juli 2007 saya akan mengisi Talk Show tersebut pada jam 17.00 – 18.00. Buat teman-teman yang ingin mengetahui isi buku saya yang berjudul CARA MUDAH MENJADI KARYAWAN MULTI INCOME silahkan mengikuti acara interaktip ini. Semoga acara ini memberikan keberkahan buat kita semua.


Sebuah Nikmat Bernama Sehat



Sesungguhnya Allahlah yang menciptakan penyakit dan sesungguhnya Allahlah yang menciptakan obatnya.

Nikmatnya kesehatan begitu terasa manakala kita sedang diuji oleh Allah SWT dengan suatu kondisi yang bernama sakit.
Yah……3 minggu lamanya saya jarang berinterkasi dengan blog ini.
Tiga minggu saya harus merasakan sakit.

Kolesterol ! satu zat yang menurut dokter sangat mempengaruhi densitas darah sehingga menimbulkan rasa sakit bagi yang memilikinya.
Memang tidak semua kolesterol bersifat ’jahat’. Ada kolesterol yang berasal dari nabati yang ’sedikit tidak jahat’. Begitu penuturan dokter yang memeriksa saya.

Tiga minggu kandungan kelesterol meningkat menyebabkan rasa sakit yang amat sangat di kepala ini.
Sakit ini menyebabkan saya tidak berinteraksi dengan blog. Buat teman-teman yang telah berkunjung ke blog ini dan sudah saya cuekin, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Segala ikhtiar sudah saya lakukan termasuk melaksanakan pengobatan sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulalloh yaitu bekam.
Alhamdulillah, minggu ini saya sudah mulai masuk kantor dengan kondisi yang lebih segar

Allah telah menguji saya untuk back to balance dalam berpola makan, back to nature ke pola istirahat dan back to basic dalam berolahraga. Saya mendapatkan hikmah yang sangat besar dari sakit yang saya alami.
Semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan ketabahan kepada saya untuk selalu mensyukuri nikmat ini, yaitu nikmat kesehatan.

Wednesday, June 13, 2007

Liputan Liga Takaful Tahun 2007


Meriah dan Penuh Warna di Pembukaan
Liga TAKAFUL 2007

Liga Sepakbola terakbar di Takaful Indonesia resmi dibuka oleh Bapak Agus Edi Sumanto selaku Direktur Utama PT. Asuransi Takaful Keluarga mewakili Manajemen Group Takaful Indonesia pada Sabtu, 9 Juni 2007 di GOR Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Pembukaan ditandai dengan Kick off pertama secara simbolis.
Liga TAKAFUL telah memasuki tahun ke 2 penyelenggaraan. Dalam penyelenggaraannya, nama tim kesebelasan yang bertanding menggunakan nama-nama produk baik produk ATK (life insurance) maupun ATU (general insurance). Untuk tahun ini juga, Liga TAKAFUL menggunakan format ½ kompetisi dan dibagi menjadi 2 grup, yaitu group profesional dan group amanah.

Acara pembukaan dimeriahkan juga oleh aktraksi pesawat terbang mini yang membawa spanduk bertuliskan LIGA TAKAFUL 2007 dengan motto “ FAIR PLAY IS MY GAME”. Junjung selalu sportifitas dan eratkan ukhuwah sesama karyawan Grup Takaful …

LIPUTAN HASIL PERTANDINGAN.

Games I : UKHUWAH vs ALIA …… Berjuang hingga menit terakhir
Pertandingan pembuka yang mempertemukan dua tim dengan materi seimbang ini sempat berjalan kurang menarik di menit-menit awal pertandingan. Beruntung tim ALIA yang bermaterikan penyerang2 terkecil dan tergesit ini, berhasil mencuri gol lebih dulu melalui Agus Maryono (5’) akibat kesalahan penjaga gawang UKHUWAH, Yoyon. Namun, keunggulan tsb tidak berlangsung lama, UKHUWAH berhasil menyamakan kedudukan, melalui striker Endang Setiawan (20’). Kedudukan imbang bertahan hingga akhir babak I. Di babak ke 2, pertandingan berjalan menarik. Agus Maryono kembali membawa timnya unggul di menit ke 10. Namun, perjuangan tak kenal lelah yang diperlihatkan personil UKHUWAH ini, akhirnya mampu membalas ketertinggalannya, skor imbang 2 -2. Gol Balasan Ukhuwah dicetak oleh Endang Setiawan, yang membuatnya bersaing di daftar top skor sementara dengan Striker ALIA Agus Maryono.

Games II : SURETY BOND (SURTY) vs SAFARI ...Hujan gol dan apa kata DUNIA ?
“Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri”, itulah ungkapan yang tepat untuk pertandingan kedua ini. Akan tetapi apa jadinya kalau Hujan Gol di gawang sendiri? .... pastinya memilukan dan menyedihkan. Itulah fakta yang terjadi di lapangan saat SURETY BOND dengan luar biasa gemilangnya menggilas SAFARI dengan skor telak 4 – 0 di pertandingan perdananya. Kedua tim di awal babak pertama mampu bermain elegan dan akhirnya babak pertamapun ditutup tanpa gol. Di babak kedua, SURETY BOND tampil lebih ngotot, lini depannya bermain lebih Offensive dan terbuka, terbukti 4 gol lahir di babak kedua ini, Gol pembuka lahir dari kecerdikan pemain depan, Elang Sutajaya(8”), yang memaksa Kiper SAFARI, Rocky tuk memungut bola. Lagi-lagi aksi gemilang Jon Paizal di menit (10’ dan 18’), kembali merobek jala SAFARI hasil tendangan dari luar kotak pinalti yang membuat Kiper Rocky tak mampu berbuat banyak, dan gol penutup Alfan, striker Surty Bond di menit ke(15”) membuyarkan harapan Pasukan SAFARI tuk meraih nilai penuh. Dengan hasil ini untuk sementara SURETY BOND berjaya di klasemen DIVISI AMANAH. Kapten tim SAFARI, Sisyono saat ditemui dalam wawancara singkat, mengatakan “ tidak habis pikir kenapa timnya takluk dengan 4 gol … Apa kata Dunia, bila tau SAFARI kalah telak ?” …

Games III : ABROR vs TAMWIL ……… . Skor Imbang yang disyukuri ke 2 tim
“Alhamdulillah!!”...Yach, … benar. Hanya kata syukurlah yang pantas diucapkan oleh kedua tim mengingat pertandingan yang dilangsungkan di atas jam 10.30 ini atau bertepatan sang Surya yang sedang hot-hotnya menyengat energi para pemain, Pertandinganpun tetap berlangsung semarak, nampak di babak pertama, kedua tim bermain sangat berhati-hati dan cenderung monoton karena tidak ada satu golpun tercipta. Beruntung di babak ke 2, masing-masing tim mulai menaikkan tempo permainannya, hingga akhirnya Enriko dari ABROR memecah kebuntuan dengan mencetak gol assist dari pemain tengah Abror Zulfikar. Namun, kedudukan ini tidak berlangsung lama, Azis pemain depan TAMWIL mencetak gol dan memaksa TAMWIL berbagi angka sampai dengan pluit akhir pertandingan selesai. Dengan skor imbang ini, ABROR dan TAMWIL sama-sama memiliki poin 1.

HASIL LIPUTAN PERTANDINGAN PANITIA LIGA TAKAFUL 2007

Monday, June 11, 2007

Pembelajaran dari Tanah Liat


Suatu ketika seorang teman berkeluh kesah kepada saya. Dia merasa jengkel dengan sikap atasannya. Dia pernah mengajukan proposal ide perbaikan namun atasannya tidak menanggapi. Menurutnya dia sudah menjabarkan usulannya secara detail. Mulai dari latar belakang usulan, analisa permasalahan, usulan perbaikan, tekhnis pengerjaan hingga rencana anggaran. Apa daya atasannya tidak bergeming.
Pernahkah anda mengalami hal yang sama seperti rekan saya tersebut?. Sejujurnya, saya sendiri pernah mengalaminya. Waktu itu saya mengajukan ide perbaikan membuat sign board ruangan training. Saat itu, perusahaan memiliki 4 ruangan kelas training. Kegiatan training di perusahaan saya memiliki arti yang sangat penting. Oleh karenanya top manajemen selalu menjadualkan kegiatan plan tour ke ruangan training bagi tamu yang sedang berkunjung ke perusahaan.
Ada satu permasalahan, pada saat tamu perusahaan berkunjung ke ruangan training. Selalu saja dia menanyakan “Di ruangan ini sedang training apa?”. Terkadang pertanyaan juga sering diajukan oleh karyawan yang hendak menggunakan ruangan training. Mereka selalu menanyakan ”Ada training room yang kosong enggak?”.
Mengamati kejadian ini, saya mengajukan ide membuat sign board di setiap ruang pelatihan. Sign board dibuat dengan sistem digital display dan dapat diinput dari office. Dengan sistem ini, kita bisa mengkomunikasikan kepada khalayak bahwa di ruangan training 1 sedang ada pelatihan -A-. Di ruangan training 2 sedang ada pelatihan –B- dstnya. Dengan digital display, komunikasi lebih lancar, lebih atraktif dan lebih mudah.
Pada proposal kegiatan dijelaskan jumlah dana yang diperlukan. Team pembuat berasal dari SDM perusahaan. Sebagian besar bahan diambil dari piranti elektronik reject namun kualitasnya masih bagus. Total pembuatan display ini hanya memerlukan tambahan dana sebesar Rp 500.000,-.
Proposal kemudian diajukan ke atasan. Di luar dugaan ternyata ditolak. Dia tidak memberikan kesempatan kepada saya untuk menjelaskan lebih rinci tentang isi proposal. Melalu kalimat
“Apakah anda telah menganggarkan pengeluaran tsb pada budget forecasting tahun ini?”. tanya atasan saya.
“Belum pak ?”, jawab saya.
“Kalo gitu, proposal ini tidak bisa ditindaklanjuti, tidak ada budget !”.
Killing Words ”TIDAK ADA BUDGET!” merupakan kalimat yang tidak perlu eksplanasi tambahan.
Nah bila anda memiliki atasan yang demikian, saya menyebutnya atasan anda bertipe tanah liat.
Tanah liat memiliki porositas yang kecil. Saking kecilnya porositas menyebabkan air tidak dapat menembusnya. Itu artinya atasan anda tidak dapat meneruskan ide ataupun informasi apapapun dari bawahannya. Manajemen yang dikembangkan oleh atasan yang demikian, kita sebut saja dengan istilah manajemen ”POKOKE”.
”Saya enggak mau tahu, pokoke..”
”Terserah kamu, pokoke...”
Lain lagi dengan pengalaman Pak Dani. Dia bercerita bahwa atasannya yang bernama Pak Budy suka nyebelin, lantaran dia sering dijadikan bumper ketika terjadi permasalahan. Pernah Pak Budy mendapat perintah dari top management untuk melakukan satu pekerjaan. Pak Budy meminta Pak Dani untuk menyelesaikan pekerjaan tsb. Setelah selesai, pekerjaanpun disetorkannya kepada Pak Budy. Malang benar nasib Pak Dany. Manakala top management kurang berkenan terhadap hasil pekerjaan tsb. Pak Budy hanya berkomentar, ”Itu Dany yang ngerjain, Pak!”.
Pak Budy punya mental yang jelek. Dia hanya sebatas ‘penyampai berita’. Apa yang dikatakan oleh atasannya selalu saja diteruskan kepada bawahan tanpa kesan dan pesan tambahan. Pak Budy tidak lebih dari sekedar transmiter berita. Selalu saja ucapan yang keluar dari mulutnya adalah
“Atas petunjuk dari manajemen, kita ..”
”Sudahlah, yang penting kita nurut saja ...”
Bila anda memiliki atasan yang demikian, saya menyebut atasan anda bertipe pasir.
Pasir memiliki porositas yang sangat besar. Saking besarnya porositas pasir menyebabkan seluruh air dapat dengan mudah melaluinya. Lapisan pasir tidak dapat menahan air. Biasanya atasan yang demikian kurang memiliki akuntabiltas terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Lalu tipe atasan yang seperti apa yang cukup ideal?
Tipe atasan yang baik adalah kombinasi campuran tanah, pasir dan pupuk. Dengan komposisi yang tepat, kombinasi ketiganya menghasilkan media yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Komposisi media akan menyebabkan sebagian air dapat meresap ke dalam tanah namun tidak membuat media tanah lembab. Tanamanpun dapat tumbuh subur sesuai yang diharapkan. Kombinasi dari ketiganya akan menghasilkan media pertumbuhan yang ideal bagi tanaman.
Seorang atasan yang baik dapat meramu kepintaran bawahannya menjadi kekuatan team. Dia terlihat ’serba tahu’ atas segala hal yang berkaitan dengan area kerjanya. Dia dapat menyeleksi ide mana yang dapat ditindaklanjuti dan ide mana yang tidak perlu. Dia dapat berperan sebagai payung bagi bawahannya dan diapun berani bertanggung jawab. Pendek kata dia tahu benar atas akuntabilitas yang dia miliki.

Achmad Firdaus
Majalah Human Capital Edisi Juni 2007


Popular Posts