Wednesday, June 13, 2007
Liputan Liga Takaful Tahun 2007
Meriah dan Penuh Warna di Pembukaan
Liga TAKAFUL 2007
Liga Sepakbola terakbar di Takaful Indonesia resmi dibuka oleh Bapak Agus Edi Sumanto selaku Direktur Utama PT. Asuransi Takaful Keluarga mewakili Manajemen Group Takaful Indonesia pada Sabtu, 9 Juni 2007 di GOR Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Pembukaan ditandai dengan Kick off pertama secara simbolis.
Liga TAKAFUL telah memasuki tahun ke 2 penyelenggaraan. Dalam penyelenggaraannya, nama tim kesebelasan yang bertanding menggunakan nama-nama produk baik produk ATK (life insurance) maupun ATU (general insurance). Untuk tahun ini juga, Liga TAKAFUL menggunakan format ½ kompetisi dan dibagi menjadi 2 grup, yaitu group profesional dan group amanah.
Acara pembukaan dimeriahkan juga oleh aktraksi pesawat terbang mini yang membawa spanduk bertuliskan LIGA TAKAFUL 2007 dengan motto “ FAIR PLAY IS MY GAME”. Junjung selalu sportifitas dan eratkan ukhuwah sesama karyawan Grup Takaful …
LIPUTAN HASIL PERTANDINGAN.
Games I : UKHUWAH vs ALIA …… Berjuang hingga menit terakhir
Pertandingan pembuka yang mempertemukan dua tim dengan materi seimbang ini sempat berjalan kurang menarik di menit-menit awal pertandingan. Beruntung tim ALIA yang bermaterikan penyerang2 terkecil dan tergesit ini, berhasil mencuri gol lebih dulu melalui Agus Maryono (5’) akibat kesalahan penjaga gawang UKHUWAH, Yoyon. Namun, keunggulan tsb tidak berlangsung lama, UKHUWAH berhasil menyamakan kedudukan, melalui striker Endang Setiawan (20’). Kedudukan imbang bertahan hingga akhir babak I. Di babak ke 2, pertandingan berjalan menarik. Agus Maryono kembali membawa timnya unggul di menit ke 10. Namun, perjuangan tak kenal lelah yang diperlihatkan personil UKHUWAH ini, akhirnya mampu membalas ketertinggalannya, skor imbang 2 -2. Gol Balasan Ukhuwah dicetak oleh Endang Setiawan, yang membuatnya bersaing di daftar top skor sementara dengan Striker ALIA Agus Maryono.
Games II : SURETY BOND (SURTY) vs SAFARI ...Hujan gol dan apa kata DUNIA ?
“Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri”, itulah ungkapan yang tepat untuk pertandingan kedua ini. Akan tetapi apa jadinya kalau Hujan Gol di gawang sendiri? .... pastinya memilukan dan menyedihkan. Itulah fakta yang terjadi di lapangan saat SURETY BOND dengan luar biasa gemilangnya menggilas SAFARI dengan skor telak 4 – 0 di pertandingan perdananya. Kedua tim di awal babak pertama mampu bermain elegan dan akhirnya babak pertamapun ditutup tanpa gol. Di babak kedua, SURETY BOND tampil lebih ngotot, lini depannya bermain lebih Offensive dan terbuka, terbukti 4 gol lahir di babak kedua ini, Gol pembuka lahir dari kecerdikan pemain depan, Elang Sutajaya(8”), yang memaksa Kiper SAFARI, Rocky tuk memungut bola. Lagi-lagi aksi gemilang Jon Paizal di menit (10’ dan 18’), kembali merobek jala SAFARI hasil tendangan dari luar kotak pinalti yang membuat Kiper Rocky tak mampu berbuat banyak, dan gol penutup Alfan, striker Surty Bond di menit ke(15”) membuyarkan harapan Pasukan SAFARI tuk meraih nilai penuh. Dengan hasil ini untuk sementara SURETY BOND berjaya di klasemen DIVISI AMANAH. Kapten tim SAFARI, Sisyono saat ditemui dalam wawancara singkat, mengatakan “ tidak habis pikir kenapa timnya takluk dengan 4 gol … Apa kata Dunia, bila tau SAFARI kalah telak ?” …
Games III : ABROR vs TAMWIL ……… . Skor Imbang yang disyukuri ke 2 tim
“Alhamdulillah!!”...Yach, … benar. Hanya kata syukurlah yang pantas diucapkan oleh kedua tim mengingat pertandingan yang dilangsungkan di atas jam 10.30 ini atau bertepatan sang Surya yang sedang hot-hotnya menyengat energi para pemain, Pertandinganpun tetap berlangsung semarak, nampak di babak pertama, kedua tim bermain sangat berhati-hati dan cenderung monoton karena tidak ada satu golpun tercipta. Beruntung di babak ke 2, masing-masing tim mulai menaikkan tempo permainannya, hingga akhirnya Enriko dari ABROR memecah kebuntuan dengan mencetak gol assist dari pemain tengah Abror Zulfikar. Namun, kedudukan ini tidak berlangsung lama, Azis pemain depan TAMWIL mencetak gol dan memaksa TAMWIL berbagi angka sampai dengan pluit akhir pertandingan selesai. Dengan skor imbang ini, ABROR dan TAMWIL sama-sama memiliki poin 1.
HASIL LIPUTAN PERTANDINGAN PANITIA LIGA TAKAFUL 2007
Monday, June 11, 2007
Pembelajaran dari Tanah Liat
Suatu ketika seorang teman berkeluh kesah kepada saya. Dia merasa jengkel dengan sikap atasannya. Dia pernah mengajukan proposal ide perbaikan namun atasannya tidak menanggapi. Menurutnya dia sudah menjabarkan usulannya secara detail. Mulai dari latar belakang usulan, analisa permasalahan, usulan perbaikan, tekhnis pengerjaan hingga rencana anggaran. Apa daya atasannya tidak bergeming.
Pernahkah anda mengalami hal yang sama seperti rekan saya tersebut?. Sejujurnya, saya sendiri pernah mengalaminya. Waktu itu saya mengajukan ide perbaikan membuat sign board ruangan training. Saat itu, perusahaan memiliki 4 ruangan kelas training. Kegiatan training di perusahaan saya memiliki arti yang sangat penting. Oleh karenanya top manajemen selalu menjadualkan kegiatan plan tour ke ruangan training bagi tamu yang sedang berkunjung ke perusahaan.
Ada satu permasalahan, pada saat tamu perusahaan berkunjung ke ruangan training. Selalu saja dia menanyakan “Di ruangan ini sedang training apa?”. Terkadang pertanyaan juga sering diajukan oleh karyawan yang hendak menggunakan ruangan training. Mereka selalu menanyakan ”Ada training room yang kosong enggak?”.
Mengamati kejadian ini, saya mengajukan ide membuat sign board di setiap ruang pelatihan. Sign board dibuat dengan sistem digital display dan dapat diinput dari office. Dengan sistem ini, kita bisa mengkomunikasikan kepada khalayak bahwa di ruangan training 1 sedang ada pelatihan -A-. Di ruangan training 2 sedang ada pelatihan –B- dstnya. Dengan digital display, komunikasi lebih lancar, lebih atraktif dan lebih mudah.
Pada proposal kegiatan dijelaskan jumlah dana yang diperlukan. Team pembuat berasal dari SDM perusahaan. Sebagian besar bahan diambil dari piranti elektronik reject namun kualitasnya masih bagus. Total pembuatan display ini hanya memerlukan tambahan dana sebesar Rp 500.000,-.
Proposal kemudian diajukan ke atasan. Di luar dugaan ternyata ditolak. Dia tidak memberikan kesempatan kepada saya untuk menjelaskan lebih rinci tentang isi proposal. Melalu kalimat
“Apakah anda telah menganggarkan pengeluaran tsb pada budget forecasting tahun ini?”. tanya atasan saya.
“Belum pak ?”, jawab saya.
“Kalo gitu, proposal ini tidak bisa ditindaklanjuti, tidak ada budget !”.
Killing Words ”TIDAK ADA BUDGET!” merupakan kalimat yang tidak perlu eksplanasi tambahan.
Nah bila anda memiliki atasan yang demikian, saya menyebutnya atasan anda bertipe tanah liat.
Tanah liat memiliki porositas yang kecil. Saking kecilnya porositas menyebabkan air tidak dapat menembusnya. Itu artinya atasan anda tidak dapat meneruskan ide ataupun informasi apapapun dari bawahannya. Manajemen yang dikembangkan oleh atasan yang demikian, kita sebut saja dengan istilah manajemen ”POKOKE”.
”Saya enggak mau tahu, pokoke..”
”Terserah kamu, pokoke...”
Lain lagi dengan pengalaman Pak Dani. Dia bercerita bahwa atasannya yang bernama Pak Budy suka nyebelin, lantaran dia sering dijadikan bumper ketika terjadi permasalahan. Pernah Pak Budy mendapat perintah dari top management untuk melakukan satu pekerjaan. Pak Budy meminta Pak Dani untuk menyelesaikan pekerjaan tsb. Setelah selesai, pekerjaanpun disetorkannya kepada Pak Budy. Malang benar nasib Pak Dany. Manakala top management kurang berkenan terhadap hasil pekerjaan tsb. Pak Budy hanya berkomentar, ”Itu Dany yang ngerjain, Pak!”.
Pak Budy punya mental yang jelek. Dia hanya sebatas ‘penyampai berita’. Apa yang dikatakan oleh atasannya selalu saja diteruskan kepada bawahan tanpa kesan dan pesan tambahan. Pak Budy tidak lebih dari sekedar transmiter berita. Selalu saja ucapan yang keluar dari mulutnya adalah
“Atas petunjuk dari manajemen, kita ..”
”Sudahlah, yang penting kita nurut saja ...”
Bila anda memiliki atasan yang demikian, saya menyebut atasan anda bertipe pasir.
Pasir memiliki porositas yang sangat besar. Saking besarnya porositas pasir menyebabkan seluruh air dapat dengan mudah melaluinya. Lapisan pasir tidak dapat menahan air. Biasanya atasan yang demikian kurang memiliki akuntabiltas terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Lalu tipe atasan yang seperti apa yang cukup ideal?
Tipe atasan yang baik adalah kombinasi campuran tanah, pasir dan pupuk. Dengan komposisi yang tepat, kombinasi ketiganya menghasilkan media yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Komposisi media akan menyebabkan sebagian air dapat meresap ke dalam tanah namun tidak membuat media tanah lembab. Tanamanpun dapat tumbuh subur sesuai yang diharapkan. Kombinasi dari ketiganya akan menghasilkan media pertumbuhan yang ideal bagi tanaman.
Seorang atasan yang baik dapat meramu kepintaran bawahannya menjadi kekuatan team. Dia terlihat ’serba tahu’ atas segala hal yang berkaitan dengan area kerjanya. Dia dapat menyeleksi ide mana yang dapat ditindaklanjuti dan ide mana yang tidak perlu. Dia dapat berperan sebagai payung bagi bawahannya dan diapun berani bertanggung jawab. Pendek kata dia tahu benar atas akuntabilitas yang dia miliki.
Achmad Firdaus
Majalah Human Capital Edisi Juni 2007
Saturday, May 19, 2007
Mengajarkan Sifat Optimisme kepada Anak-anak.

Pertengahan Bulan Maret 2007 yang lalu, saya sempat mengantar AA Fatih (anak pertama) mengikuti ujian saringan masuk SMPIT Boarding School Al Multazam di Desa Manis Kidul Kuningan Jawa Barat.
Pondok pesantren Al Multazam adalah satu atap dengan yayasan Khusnul Khotimah.
Beberapa hari sebelum kami berangkat, AA Fatih sempet bicara dengan saya.
”Pak, Bu Endang nanyain AA Fatih, disamping daftar ke SMPIT Al Multazam, AA Fatih daftar di SMP lainnya enggak buat cadangan?”.
Sedikit terkejut, saya mendapat pertanyaan dari AA Fatih.
Yah,......betapa tidak, Bu Endang yang AA Fatih sebut adalah wali kelas AA Fatih Di SDIT Al Qolam Depok. Saya pikir ada sesuatu yang salah pada pertanyaan tersebut.
”Mengapa harus pake cadangan?”, saya balik nanya ke AA Fatih.
” Kata Bu Endang, buat jaga-jaga bila tidak diterima di SMPIT Al Multazam”, AA Fatih menimpali.
”Untuk belajar, enggak boleh ada istilah cadangan, yang penting AA Fatih harus fokus pada test masuk Al Multazam”, saya timpali.
”AA Fatih harus tetap optimis dan percaya diri, tidak boleh pesimis, Bapak tidak akan ngasih cadangan sekolah”.
”Oh.....AA selalu yakin dong Pak dengan yang AA kerjakan”, kata AA Fatih dengan penuh semangat.
Mendengar jawaban tersebut, saya melihat suatu sifat yang besar dari AA Fatih yaitu sifat percaya diri.
Ujian saringan masuk pun berlangsung selama dua hari di Pondok Pesantren Al Multazam. Alhamdulillah AA Fatih lulus dalam seleksi tersebut. Insya Allah Bulan Juli 2007 yang akan datang, AA Fatih mulai mondok di Pondok Pesantren Al Multazam.
Optimisme dan kepercayaan pada diri sendiri selalu saya tanamkan kepada anak-anak saya. Untuk keperluan itu, saya bersama istri telah menyepakati untuk merancang kegiatan pendidikan bagi anak-anak yaitu:
Anak-anak harus mendapatkan sekolah TK yang jaraknya tidak boleh dekat dengan rumah. Untuk ke sekolah TK, anak-anak harus dibiasakan naik angkot atau ojek. Jadi kami tidak akan memilih TK yang ada di sekitar rumah. Dalam artian ke sekolah TK tidak boleh jalan kaki. Pembelajaran dari kegiatan ini adalah anak-anak harus dibiasakan bahwa sekolah bukan sekedar iseng saja.
Jenjang SD harus menempuh SDIT. Tentang SDIT yang mana yang harus diikuti terserah kepada anak-anak saja.
Untuk tingkat SLTP, anak-anak harus mondok ke pesantren. Tujuan yang ingin dicapai dari program SDIT dan SMPIT boarding school adalah agar bekal agama yang diterima oleh anak-anak lebih lengkap dan baik. Disamping itu untuk menumbuhkan sifat ’strugle’ dan mandiri.
Untuk level SLTA, anak-anak harus tinggal kembali bersama keluarga. Tujuan yang ingin dicapai adalah agar keluarga dapat ikut mengawasi usia remaja anak-anak sambil mempersiapkan mental sebelum kuliah.
Jenjang kuliah harus di luar negeri, tidak boleh di dalam negeri. Maaf statement ini bukan berarti mengecilkan kualitas pendidikan perguruan tinggi di dalam negeri.
Untuk keperluan di atas anak-anak harus disiapkan 3 pendidikan dasar yaitu agama, bahasa (terutama Bahasa Inggris dan Bahasa Arab) dan berhitung.
Untuk pelajaran bahasa, kamipun tidak segan-segan untuk mengajarkan anak-anak kami berbahasa Indramayu, sebagai bahasa ibu yang kedua. Kami yakin kemampuan penguasaan berbahasa akan meningkatkan intelegensia anak-anak.
Dengan ke-tiga pendidikan dasar inilah, diharapkan bekal menuju manusia yang berbakti kepada agama dan orang tua, berguna bagi bangsa – negara dan masyarakat sekitar dapat terwujud
Semoga Allah meridhoi, Amin.
Wednesday, May 16, 2007
Pembelajaran yang baik dari anak-anak saya.
Suatu ketika istri saya memberikan Ade Aji, begitu kami menyebut putra ke-tiga kami, seperangkat mainan abjad dari A hingga Z berbentuk robot-robotan. Mainan tersebut dibeli oleh istri saya di Pasar Minggu seharga Rp 15.000,-.
Betapa senangnya hati Ade Aji menerima mainan tersebut. Kami bisa melihat dari reaksi tingkah laku Ade Aji setelah menerima mainan tersebut. Alhasil seharian penuh Ade Aji tenggelam dengan mainan barunya.
Selang tiga hari kemudian, kami dikejutkan oleh laporan Ade Aji bahwa mainan robot-robotannya telah hilang. Seisi rumah dibuat repot dengan pencarian mainan ini. Tapi aneh sepertinya mainan robot-robotan lenyap ditelan bumi. Bahkan karton pembungkus mainanpun tidak terlihat dimana tempatnya.
Seminggu setelah kejadian itu, akhirnya Aa Anggi, demikian kami menyebut anak kedua kami, mengaku bahwa mainan robot-robotan milik Ade Aje telah dijual olehnya bersama-sama dengan Aa Fatih, panggilan untuk anak pertama kami. Mainan robot-robotan dijual oleh mereka pada teman-temannya di sekolah.
Terkejut, kaget dan seluruh perasaaan lainnya berkecamuk, kami tidak menyangka pengakuan jujur keluar dari diri Aa Anggi. Kami mencoba menyelami apa yang ada di pikiran Aa Anggi. Kami pun memanggil Aa Fatih meminta klarifikasi darinya. Aa Fatih mengiyakan apa yang dikatakan Aa Anggi. Kami menanyakan mengapa mereka melakukan hal itu. Dengan polos keduanya menjelaskan bahwa mainan robot-robotan yang dibeli dengan harga Rp 15.000,- sebenarnya bisa dijadikan sebagai modal untuk berdagang. Masing-masing huruf robot dapat dijual kepada teman-temannya dengan harga Rp 1.500,-sehingga total uang yang terkumpul berjumlah Rp 45.000,-.. Tertegun kami mendengar penjelasan keduanya.
Panjang lebar kami menjelaskan bahwa pada hakekatnya apa yang mereka lakukan itu adalah baik tetapi tidak benar. Berpikir baik karena mereka telah berpikir kreatip. Mereka telah memikirkan yang belum terpikirkan oleh kami sebagai orang tua. Namun bertindak dengan cara yang tidak benar karena telah menjual barang yang bukan hak mereka. Merekapun memahami apa yang kami nasehatkan.
Selanjutnya untuk menumbuhkembangkan berpikir kreatip, kami menawarkan kepada mereka sedikit modal agar apa yang mereka pikirkan dan inginkan dapat dilakukan secara nyata.
Kami sisihkan uang sejumlah Rp 350.000,- untuk modal awal. Istri saya pun berbelanja berbagai jenis mainan anak-anak. Seluruh mainan dipajang di warung depan rumah. Sebagian lainnya dibawa oleh Aa Fatih dan Aa Anggi untuk dijual di sekolah.
Warung di depan rumah, hanya dibuka selepas Aa Fatih dan Aa Anggi pulang dari sekolah yaitu jam 16.00 – 18.00. Warung juga dibuka manakala mereka libur sekolah yaitu Hari Sabtu dan Hari Minggu. Kami tidak melarang aktifitas Aa Fatih dan Aa Anggi untuk berjualan. Kami berpikir inilah saatnya kami mengajarkan The Real Life kepada mereka. Bahwa kehidupan itu harus dikelola dengan baik.
Tidak disangka perkembangan warung demikian pesat. Dengan strategi harga lebih rendah dibandingkan di tempat lain, aset warung terus bertambah. Suatu saat kami menghitung total asset menjadi Rp 1.500.000,-.
Warung mainan anak-anak ini selanjutnya kami beri nama Rabithah Toys.
Perkembangan selanjutnya memberikan pelajaran yang lain kepada kami. Secara kebetulan seringkali Aa Fatih dan Aa Anggi mendapat tugas dari sekolah. Tugas tersebut banyak membutuhkan bahan material , kamipun melengkapi warung dengan bahan prakarya dan alat tulis. Perkembangan warung mainan anak-anak sangat posisitp. Warung yang awalnya sekedar menyalurkan aspirasi dan kreatifitas Aa Fatih dan Aa Anggi, selanjutnya kami gunakan sebagai sumber penghasilan harian.
Itulah sepenggal cerita yang melatar belakangi ide penulisan buku saya yang berjudul CARA MUDAH MENJADI KARYAWAN MULTI INCOME”. Semoga pembaca buku mendapatkan hikmah yang baik dari cerita di atas.
Menjadi Dosen Tamu di Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Wah, satu karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada saya ketika saya diberikan kesempatan oleh Bp. Bambang Wiharto Ph.D Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia untuk menjadi dosen tamu bagi mahasiswa semester 5 – 6 FE UI Depok.
Saat itu saya diminta untuk berbagi pengalaman dalam hal Human Resources Based ISO 9001: 2000.
Kuliah umum ini diselenggarakan di Student Center FE UI Depok. Perkiraan saya mahasiswa yang hadir saat itu sekitar 120 orang.
Seneng juga rasanya bisa hadir di tengah mahasiswa FE UI. Apalagi mengingat Bp. Bambang adalah dosen saya ketika studi di Program Pasca Sarjana Ilmu Manajemen FE UI.
Materi yang saya bawakan adalah seputar pengelolaan Human Resources dalam kerangka implementasi ISO 9001: 2000.
Ada 3 hal yang sangat penting dalam menerapkan sistem Human Resources berbasis ISO 9001: 2000 yaitu Kompetensi, Awareness dan Training.
Paparan yang saya berikan dimulai dari reposisi human resources di ISO 9000: 1994 ke versi ISO 9001: 2000.
Selanjutnya dipaparkan detail implementasi human resources berbasis ISO 9001: 2000.
Diskusi berlangsung hangat. Seperti biasa ketika saya memberikan workshop ataupun seminar, kepada para peserta saya selalu memberikan kado kenang-kenangan buku CARA MUDAH MENJADI KARYAWAN MULTI INCOME.
Mudah-mudahan Allah mencatat proses pengajaran ini sebagai amal shodaqoh ilmu yang saya miliki, amin.
Monday, May 7, 2007
Building the Learning Organization
Belum sempet.....Sibuk............., Akh alasan saja....tapi yah seperti itulah. Saya baru sempet up load kegiatan saya bulan lalu di minnggu ini. Semoga tidak basi.
Pada tanggal 25 dan 26 April 2007 yang lalu saya sempat mengikuti workshop yang bertema Buliding the Learning Organization. Acara ini diselenggarakan oleh PANGLIMA Organizer bertempat di Hotel Four Season s Kuningan Jakarta. Yang bertindak sebagai nara sumber workshop adalah Prof. Michael J. Marquardt. Dia adalah Direktur GW’s Overseas HRD Program in Asia. Prof. Mike telah memberikan pelatihan kepada 15.000 manager di 85 negara. Dia juga seorang penulis buku terkenal. Beberapa bukunya bahkan telah menjadi best seller dunia. Diantara buku-bukunya tersebut adalah Building the Learning Organization yang pada tahun 1996 telah mendapatkan penghargaan sebagai Book of the Years dari Academy for HRD.
Bertemu dengan Prof. Mike memang sangat menyenangkan. Gaya bicaranya menakjubkan. Responsif pada para peserta. Prof. Mike menawarkan ide model learning organization yang terdiri dari 4 unsur. Ke empat unsur yang harus ada dalam membangun learning organization adalah technology, knowledge, organizatin dan people.
Dari paparan model yang ditawarkan oleh Prof. Mike lalu saya coba menghubungkannya ke tempat kerja saya, saya berkesimpulan bahwa tempat kerja saya, masih cukup jauh untuk dikatakan sebagai learning organization. Dengan menggunakan skala 200 ponit yang ditawarkan oleh Prof. Mike, perusahaan tempat saya bekerja hanya memiliki nilai 69 point. Yach…tampaknya saya harus bekerja lebih keras lagi.
Oh ya…. bertemu dengan Prof. Mike membuat saya lebih fokus lagi mewujudkan mimpi saya untuk menjadi seorang penulis buku best seller. Buku yang dapat bermanfaat bagi sesama. Buku yang dapat menjadi pemberat timbangan kebaikan saya di hari pembalasan kelak. Amin. Semoga Allah mengabulkan niat saya.
Achmad Firdaus, a MULTI INCOMer.
Pembelajar
Sunday, May 6, 2007
Pelaksanaan Kegiatan Seminar Sehari Manajemen Keuangan Keluarga Menyambut Hari Buruh 2007 MAY Day DPP FSPMI
Alhamdulillah kegiatan seminar sehari manajemen keuangan keluarga yang diselenggarakan oleh Direktorat Perempuan Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP SPMI) berlangsung dengan baik.
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Buruh Internasional tanggal 1 Mei 2007 yang lebih dikenal dengan istilah MAY Day.
Sungguh di luar dugaan saya, jumlah peserta yang hadir pada kegiatan tersebut mendekati angka 100 orang. Acara bertempat di DPP FSPMI Jln. Raya Pondok Gede Jakarta Timur. Menurut panitia penyelenggara, sebenarnya di dalam undangan sudah tertulis bahwa kegiatan akan dilaksanakan pada jam 9.00 WIB namun seluruh tempat duduk telah terisi oleh para peserta sejak jam 8.00 pagi. Luar Biasa antusiasme pekerja perempuan. Sebagaimana disampaikan oleh Bpk. Iqbal ME selaku presiden FSPMI bahwa baru kali ini, DPP FSPMI melaksanakan kegiatan dimana para undangan bisa hadir jauh sebelum waktu yang diagendakan.
Subhanallah luar biasa sekali sambutan dari para peserta. Pada saat membuka acara Bpk. Iqbal ME mengatakan,”Nanti ketika saya turun dari mimbar ini maka Bp. Achmad Firdaus selaku nara sumber seminar akan menjadi orang yang paling ganteng di ruangan ini”. Akh,....... Bpk. Iqbal bisa saja, tentu saja saya akan menjadi yang paling ganteng di ruangan tsb oleh karena seluruh peserta yang hadir pada acara ini seluruhnya adalah pekerja perempuan.
Saya juga tidak menduga bahwa mereka berdatangan dari berbagai PUK di sekitar Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi). Mereka sangat antusias. Saya jadi teringat pada masa lalu saya ketika saya masih bekerja di PT. SANYO Jaya Components Indonesia (1993 – 2003). Apalagi beberapa dari mereka yang hadir adalah mantan anak buah saya di SANYO JCI.
Ya...... keberadaan saya di acara tersebut bagaikan cerita lama, ketika saya berusaha memotivati anak buah saya untuk bekerja lebih produktif lagi dibandingkan saat ini.
Pertanyaan menyangkut bagaimana saya bisa mengaplikasikan Karyawan Multi Income sementara untuk bekerja sebagai operator saja waktunya sudah penuh?.
Saya katakan kepada mereka ”Jangan bangga dengan kalimat SAYA SIBUK!, SAYA TIDAK PUNYA WAKTU! ataupun SAYA REPOT!”. Karena pada hakekatnya ketika dia berbicara seperti itu maka pada saat itu sebenarnya dia sedang berbicara kepada orang lain bahwa dia TIDAK BISA MENGATUR WAKTU bahwa DIA TIDAK BISA MEMANAJEMENI pekerjaannya.
Pertanyaan dari salah seorang peserta yaitu ”Apa kiatnya agar uang hasil investasi atau usaha tidak tercampur dengan uang belanja harian?”. Usaha telah dia lakukan dalam bentuk memisahkan anggaran tersebut dengan sistem amplop tetapi ternyata tidak efektip. Dia masih tetap menggunakan uang di amlop hasil usaha untuk keperluan harian.
Saya katakan kepada peserta, salah satu kiat saya dalam mengantisipasi hal ini adalah dengan menaruh uang pada rekening yang terpisah. Namun perlu diingat bahwa rekening bank tersebut jangan menggunakan ATM karena bila pake ATM maka akan dengan mudah dapat diambil kembali. Buat saya mengambil uang beberapa pulu ribu rupiah saja di kasir akan sangat menyulitkan. Dan kesulitan ini dapat mencegah saya untuk menggunakan dana investasi untuk keperluan harian.
Salah satu peserta mengatakan ” Saya punya cita-cita menjadi seorang pengusaha konveksi namun usaha itu terhenti di tengah jalan. Saya terkendala dengan pemasaran, saat ini 3 buah mesin jahit miliknya mengangur, apa yang harus saya lakukan agar cita-cita tersebut tidak putus di tengah jalan?”. Saya katakan kepadanya bahwa yang namanya cita-cita haruslah ditulis, jadi tidak hanya di akal pikiran kita saja. Setelah ditulis lalu ceritakan cita-cita tersebut kepada orang lain yang satu visi. Dari sanalah jalur perkembangan cita-cita dapat tersalurkan.
Kenapa harus ditulis?, agar kita selalu ingat kepada cita-cita tersebut. Kenapa harus diceritakan kepada orang lain yang satu visi, agar orang lain tahu bahwa kita punya cita-cita tersebut. Kenapa orang lain harus tahu cita-cita kita? Agar kita dapat bersinergi dengan orang tersebut. Menceritakan cita-cita kita kepada orang lainpun dapat men-triger kita untuk secepatnya merealisasikan cita-cita tersebut dalam bentuk usaha yang lebih keras.
Tidak terasa tepat jam 12.00 kumandang adzan Dhuhur berbunyi, akhirnya acarapun ditutup. Satu lagi pembelajaran buat saya dari pelaksanaan seminar ini. Semoga Allah mencatat kehadiran saya di tengah-tengah pekerja perempuan ini sebagai shodaqoh amal jariayah saya. Dan semoga amal jariyah ini dapat menjadi saksi dikemudian hari manakala Allah menghisab saya. Amin Ya Robbal Alamin.
DPP FSPMI, Jln. Raya Pondok Gede Jakarta Timur
5 Mei 2007.
Achmad Firdaus, a MULTI INCOMer.
Thursday, May 3, 2007
Seminar Sehari Manajemen Keuangan Keluarga
Dalam rangka menyambut hari buruh internasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei lalu, Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPP FSPMI) melalui Direktorat Perempuan, mengadakan seminar sehari tentang Manajemen Keuangan Keluarga.
Acara akan diselenggarakan pada Hari Sabtu 5 Mei 2007 bertempat di Sekertariat DPP FSPMI Jln. Raya Pondok Gede No 11 Kramat Jati Jakarta Timur. Yang bertindak sebagai nara sumber adalah Bpk. Achmad Firdaus, a MULTI INCOMer, penulis buku Cara Mudah Menjadi Karyawan Multi Income.
Informasi lebih detail tentang kegiatan tersebut dapat diperoleh melalui Mbak Endang 0813 98 28 4446 atau sekertariat DPP FSPMI 8779 6916, 841 3954, 7021 5934. Email dpp@fspmi.org
BURUH BERINCOME DIREKTUR, SIAPA TAKU?.
Sunday, April 29, 2007
Komunitas Forum Hidup Berkah
Komunitas Forum Hidup Berkah (FHB) digagas oleh Bapak Syamsul Arifin Chief Inspirator. Beliau adalah Direktur Utama PT. Balimuda Persada. Sebuah perusahaan yang didirikan berdasarkan prinsip-prinsip yang bersumber dari aqidah islamiyah dengan maksud agar segala upaya yang dilakukan dapat memberi keberkahan bagi semua pihak.
Syamsul Arifin pernah menjadi Mark Plus Facilitator. Tahun 2003 meraih The Young Marketer Award terbaik dari Majalah Marketing, Mark Plus, SWA and IMA. Penghargaan yang sama diraih pada tahun 2004. Pada tahun yang sama dia meraih Indonesia Sales Award.
Bekerjasama dengan Jakarta Islamic Center (JIC), FHB telah menyenggarakan pelatihan Umat Terbaik Hidup Berkah (3 angkatan). Penyelenggaraan di Bulan Mei 2007 yang akan datang merupakan yang ke empat kalinya di JIC.
Bedah Buku Cara Mudah Menjadi Karyawan Multi Income
Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Kartini 21 April 2007 yang lalu bertempat di Cafe Melt and Book AL HAYA Darmawangsa Jakarta Selatan, telah diadakan bedah buku Cara Mudah Menjadi Karyawan Multi Income.
Café ini terletak di sekitar Jalan Darmawangsa, dekat dengan Blok M. Tempatnya sendiri sedikit tertutup dari rimbunnya pepohonan di sisi Jalan Darmawangsa.
Saya bersama Bpk. Triyono hampir kesasar bila tidak melihat sign board Al HAYA dari dekat.
Bpk. Triyono adalah kawan kuliah saya. Dia kandidat Doktor Ilmu Manajemen Dari Program Pasca Sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Pak Triyono adalah sosok seorang mantan karyawan yang telah menjadi enterpreuner. Dia telah memiliki usaha penyewaan tenda di Depok. Sewa tenda miliknya, terdiri dari segala jenis tenda dan perlengkapan pesta mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit. Sederhana yang saya maksud adalah perlengkapan pesta yang identik dengan harga cukup murah sedangkan rumit identik dengan harga yang cukup mahal.
Dia telah menjadi bagian dari isi buku yang saya tulis.
Sedikit susah mencari area parkir untuk Ssangyong kesayangan, akhirnya kami tiba di ALHAYA tepat pukul 8.30 WIB.
Cafe buku ALHAYA cukup asri. Penataan buku, juga area makan minum tertata dengan rapih. Di ujung sisi kanan, ada area mushola. Rapih bersih dan harum begitu penilaian saya pada Cafe ALHAYA.
Acara bedah buku dilaksanakan di lantai 2 cafe ini. Sekali lagi saya dibuat takjub dengan interior cafe ini. Belum lagi keramah tamahan karyawan cafe ini. Senyum dan sapa seolah menjadi budaya. Setiap saya bertemu dengan orang yang berseragam AL HAYA selalu saja saya disapa dan dihujani senyuman. Saya seolah berada di daerah wajib seyum dan sapa. Saya memang baru sekali ini silaturahmi ke cafe ini.
Tepat pukul 9.15 acara bedah buku dimulai. Acara dibuka oleh Bpk. Chandra selaku panitia bedah buku. Selanjutnya saya memaparkan latar belakang penulisan buku saya. Berbagi pengalaman agar orang lain dapat mengambil hikmah dari pengalaman saya adalah suatu kebahagiaan tersendiri buat saya. Saya sadar, saya bukan orang hebat. Saya bukan pengusaha sukses. Saya bukan pemikir ulung. Dan saya juga bukan motivator kelas dunia. Tapi dengan berbekal bahwa ”Sampaikan daripadaku walau hanya satu ayat” menjadi motivator tersendiri buat saya.
Saya ingat betul dengan nasehat yang pernah saya dapat dari teman dan guru saya Bapak Arvan Pradiansyah. Dia pernah bilang pada saya,” Kalo Mas Firdaus mau hidup lebih panjang dari usia yang diberikan oleh Allah SWT maka Mas Firdaus harus menulis buku”.
Nasehat lain yang saya dapat dari guru saya Bpk. Ustadz Rikza Maulan bahwa ”Di hari akhir nanti, buku yang kita tulis akan ditimbang oleh Allah SWT. Kita akan mendapatkan amal soleh sebesar timbangan buku tersebut”. Timbangan yang dimaksud tentunya bukan hanya sekedar timbangan berat buku tetapi timbangan value dari buku tersebut.
Perasaan bahagia dan senang juga terpancar ketika peserta yang hadir lebih kurang 40 orang, begitu antusias mendengarkan pemaparan saya. Tanya jawab interaktif bahkan harus dilakukan tanpa ada sesion khusus. Pertanyaan dari para peserta berkaitan dengan bagaimana menerapkan karyawan multi income. Juga trik dan tips untuk mulai menjadi karyawan multi income.
Ketika Bpk. Triyono berbagi pengalaman, peserta menjadi lebih antusias. Jatuh bangunnya usaha yang dikelola oleh Bpk. Triyono begitu berkesan bagi para peserta. Oh ya bagi anda yang mau mendapatkan income tambahan, anda bisa menjadi broker sewa tenda yang dikelola oleh Bpk. Triyono ini. Dia dapat dihubungi di (021) 92797620 atau 08129036232. Anda akan mendapatkan 10 % dari harga sewa tenda bila anda mendapatkan customer sewa tenda dan perlengkapan pesta.
Wah saya jadi lupa pada para peserta. Mereka adalah karyawan dari beberapa perusahaan. Diantara mereka adalah karyawan dari CitiBank dan ACC.
Di akhir acara, saya sengaja memberi buku tulisan saya kepada 5 orang peserta yang sangat aktif di ruangan.
Achmad Firdaus, Multi Incomer
ALHAYA Darmawangsa
21 April 2007
Subscribe to:
Posts (Atom)
Popular Posts
-
Komunitas Forum Hidup Berkah (FHB) digagas oleh Bapak Syamsul Arifin Chief Inspirator. Beliau adalah Direktur Utama PT. Balimuda Persada. Se...
-
Senin 15 Juni 2015 Alhamdulillah kami sekeluarga diberikan kesempatan Allah SWT untuk menikmati tol Cikapali (Cikampek Palimanan). P...
-
SHOLEH CERDAS BERSAHABAT TERBUKA BAGI SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Bismillah Alhamdulillah, SDIT Ramah Anak Da’i al-Nur ...
-
Tanggal 8 April 2013 menjelang kelahiran tanggal 11 April adalah momen terindah. Sidang Promosi Doktor Ekonomi Islam di Sekolah Pascas...
-
Siklus PDCA adalah dasar dari penerapan Total Quality Management (TQM). Siklus ini terdiri dari langkah Plan – Do – Check – Action. Artinya...
-
Alhamdulillah, Tazkia Travel di bawah manajemen PT. Tauba Zakka Atkia, saat ini sudah berada di sekitar Indramayu. Tazkia Travel Haji Um...
-
Alhamdulillah pada Hari Selasa 21 September 2010 bertempat di gedung Kementrian Perindustrian telah dilaksanakan konvensi Quality Con...